PAREPARE, TEKAPE.co — Di tengah sengitnya persaingan antar 18 kabupaten/kota dalam ajang Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan tahun 2025, tim tinju amatir Kabupaten Luwu Timur (Lutim) berhasil mencetak sejarah baru.
Di bawah kepemimpinan Ketua Pertina Lutim, yang juga Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, tim ini sukses menyabet dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu, serta menembus tiga besar klasemen umum, pencapaian terbaik sejak Pertina Lutim berdiri.
Prestasi membanggakan tersebut diraih dalam ajang yang digelar di Kota Parepare, 14–21 Oktober 2025.
Dari 108 peserta yang berlaga, para petinju asal “Bumi Batara Guru” tampil luar biasa dan membuktikan bahwa pembinaan olahraga di Luwu Timur kini berada di jalur yang benar.
Adapun dua medali emas dipersembahkan oleh:
1. Nugraha Akbar – kelas 48 Kg Elite Men
2. Muhammad Reza – kelas 60 Kg Elite Men
Sementara medali perak diraih oleh Annisa Anayah Febrina, kelas 57 Kg Elite Women.
Dan satu medali perunggu disumbangkan oleh Muhammad Rahmadani, kelas 71 Kg Elite Men.
Selain empat peraih medali tersebut, tiga petinju lainnya juga berhasil memastikan tiket ke Porprov mendatang, yakni Albert Kandao (54 Kg), Abdillah Rayhan Alfaroqh (63,5 Kg), dan Muhammad Tahir (67 Kg).
Tak hanya berhenti di situ, tiga atlet muda asal Lutim juga mendapat kepercayaan besar untuk mewakili Sulawesi Selatan pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Palu, Sulawesi Tengah, masing-masing:
1. Muh. Riski Putrawan (kelas 51 Kg Junior Men)
2. Ahmad Musyayin (kelas 54 Kg Junior Men)
3. Abdillah Rayhan Alfaroqh (kelas 63,5 Kg Youth Men)
Rusdi Layong: Ini Momentum Kebangkitan Olahraga Luwu Timur
Ketua Pertina Lutim sekaligus Anggota DPRD Luwu Timur, Rusdi Layong, menyebut pencapaian ini sebagai hasil nyata dari kerja keras, disiplin, dan sinergi antara atlet, pelatih, pengurus, dan pemerintah daerah.
“Ini bukan sekadar kemenangan di ring tinju. Ini bukti bahwa pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan penuh dari semua pihak bisa membawa hasil luar biasa. Saya sangat bangga dengan semangat juang para atlet kita,” ujar Rusdi Layong.
Ia menegaskan bahwa prestasi ini juga menjadi momentum kebangkitan olahraga di Luwu Timur.
Sebagai wakil rakyat, Rusdi menekankan pentingnya perhatian serius terhadap pembinaan atlet daerah, mulai dari sarana, pelatih, hingga dukungan kesejahteraan.
“Kami di DPRD akan terus mendorong agar pembinaan olahraga menjadi prioritas. Karena dari olahraga, kita tidak hanya mencetak juara, tapi juga membentuk karakter dan semangat pantang menyerah bagi generasi muda,” tambahnya.
Dukungan Penuh dari Pemerintah dan Sponsor
Sementara itu, Ketua Harian Pertina Lutim, Abdul Rauf Dewang, yang mendampingi langsung tim di Parepare, menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Rusdi Layong yang dinilai konsisten dalam mendorong prestasi atlet.
“Keberhasilan ini adalah buah dari kepemimpinan yang tegas dan suportif. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, KONI, sponsor, dan seluruh masyarakat yang terus mendukung Pertina,” ujarnya.
Ia juga menyebut peran penting pelatih Opa Muqhsit Sofyan, Coach Randi, dan Coach Ade yang berhasil menjaga kedisiplinan dan semangat juang atlet selama pemusatan latihan (TC).
Dengan pencapaian gemilang ini, Luwu Timur menempati peringkat ketiga dari 18 kabupaten/kota di Sulsel — capaian yang menjadi tonggak baru dalam sejarah Pertina Lutim.
Bagi Rusdi Layong, torehan ini bukan garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang membangun Luwu Timur sebagai kabupaten berprestasi di bidang olahraga.
“Selama kita satu semangat, pemerintah, DPRD, pelatih, atlet, dan masyarakat, saya yakin prestasi Luwu Timur akan terus menanjak,” tutup Rusdi Layong penuh optimisme. (*)












