JAKARTA, TEKAPE.co – Hujan lokal yang mengguyur kawasan Cipinang Melayu dan sekitarnya pada Senin malam, 4 Agustus 2025, mengakibatkan permukiman warga di RW 04 dan RW 05, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, terendam banjir.
Menurut Lurah Cipinang Melayu, Arroyantoro, air setinggi 20 hingga 40 sentimeter merendam sejumlah titik permukiman akibat meluapnya Kali Sunter yang berada tak jauh dari lokasi tersebut.
“Pemicunya hujan lokal. Sementara kondisi di hulu seperti Pondok Rangon dan Setu masih relatif aman, debit air waduk belum menunjukkan lonjakan,” ujar Arroyantoro, Senin malam.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk mempercepat surutnya genangan.
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) turun tangan dengan menurunkan pompa portabel dan mobil pemadam yang difungsikan sebagai alat penyedot air.
“Pompa dari SDA sudah mulai bekerja. Mobil Damkar juga sudah ditempatkan di RT 04 RW 04, dekat Masjid Nurul Iman,” kata Arroyantoro.
Selain itu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) turut disiagakan, khususnya di sekitar Jembatan Merah, untuk membersihkan sampah yang menyangkut dan berpotensi memperparah genangan.
Ia berharap kondisi ini tak berlangsung lama.
“Kemungkinan air menunggu giliran masuk ke Banjir Kanal Timur. Mudah-mudahan segera surut,” ujar Arroyantoro.
Banjir yang terjadi kali ini menjadi pengingat bahwa meski intensitas hujan tak terlalu tinggi, sistem drainase dan aliran sungai di kawasan padat penduduk tetap memerlukan perhatian serius. (Ron)












